Categories: Inspirasi

Muchlisin

khutbah palestina

Suatu Jum’at di bulan Syawal, saya menyampaikan khutbah tentang Palestina. Sebenarnya, temanya adalah “Tanda Keberhasilan Puasa.” Mengambil dari Surat Ali Imran ayat 133-135, tetapi fokus pada poin pertama: infak baik di waktu lapang maupun sempit.

Bagaimana prioritas infak? Surah Al-Baqarah ayat 215 jadi panduan. Tetapi kapan para sahabat jor-joran berinfak? Saat jihad fi sabilillah. Kalau kita pernah mendengar Umar bin Khattab menginfakkan separuh hartanya dan Abu Bakar Ash-Shiddiq menginfakkan seluruh hartanya, itu semua untuk infak Perang Tabuk.

“Saat ini sedang ada jihad di Palestina. Bahkan Persatuan Ulama Internasional sudah mengeluarkan fatwa jihad melawan  Israhell. Kita tidak bisa ke sana, tetapi kita bisa berinfak untuk saudara-saudara kita di sana…”

Tak lupa saya sebutkan, infak bisa melalui lembaga manapun: Baznas milik pemerintah, Lazis NU milik NU, Lazismu milik Muhammadiyah, maupun lembaga lainnya.

“Jangan sampai kita bakhil ketika ada seruan infak fi sabilillah lalu Allah akan mengganti kita dengan kaum yang lain sebagaimana akhir Surat Muhammad.”

Usai Jum’atan, seorang bapak-bapak menunggu di depan pintu masjid. Mungkinkah beliau tersentuh khutbah dan akan berinfak besar untuk Palestina?

“Ustadz, kantor saya akan mengadakan Jum’atan mulai 2 Mei nanti. Bisakah Ustadz khutbah perdana di sana?”

O, ternyata beliau sedang mencari khatib. Langsung saya bukakan jadwal di Google Calendar, beliau ikut melihatnya.

“Bulan Mei saya kosongnya tanggal 9, Pak.”

“Ya, Ustadz, nggak apa-apa. Kalau begitu kami mulai Jum’atan di masjid kantor 9 Mei. Bisakah Ustadz mencarikan khatib-khatib lain?”

Saya minta waktu untuk menghubungi ustadz-ustadz yang saya kenal. Alhamdulillah, kemarin Jum’atan perdana sesuai rencana.

Beberapa ratus meter dari rumah, terlihat awan hitam. Saya putar balik, mengambil payung.

Benar, hujan lebat segera turun setelahnya. Kendaraan hanya melaju pelan-pelan, sebelum lampu merah macet panjang.

Alhamdulillah tidak terlambat. Sampai di lokasi sekitar 15 menit sebelum waktu adzan. Beliau sudah menunggu di depan masjid. Mungkin agak khawatir kalau khatib terlambat datang padahal masjidnya baru pertama ini mengadakan Jum’atan. [Muchlisin BK]