
Ramadhan adalah sayhrut tarbiyah (bulan pendidikan). Bukan hanya masjid yang banyak mengadakan pengajian tetapi juga perusahaan-perusahaan. Salah satunya, PT Wahana Duta Jaya Rucika yang berlokasi di Jalan KIG Raya Selatan nomor 12A-26 Gresik.
PT Rucika menggelar bimbingan rohani dan buka bersama untuk seluruh karyawannya pada Kamis, 27 Maret 2025, dengan menghadirkan Ustadz Muchlisin BK sebagai pembicara. Pabrik yang memproduksi pipa air ini mengambil tema “Puasa Mendidik Pembentukan Pribadi yang Jujur dan Produktif.”
Acara diawali dengan pembukaan oleh MC lalu pembacaan ayat suci Al-Qur’an. Berikutnya, sambutan manajemen yang langsung disampaikan oleh Division Head PT Wahana Duta Jaya Rucika, Bapak Baihaki.
Dalam sambutannya, Pak Baihaki mengapresiasi panitia dan seluruh karyawan PT Rucika. Selain menunjukkan kinerja yang baik, mereka juga kompak menghadiri bimbingan rohani dan buka bersama. Ia berharap, kajian ini bisa meningkatkan spiritual dan produktivitas karyawan.
Dalam kajiannya, Muchlisin meluruskan kesalahpahaman sebagaian orang yang menganggap Ramadan adalah bulan rebahan, bulan santai-santai dan tidur-tiduran. Muchlisin menyampaikan, setidaknya ada empat spirit Ramadan.
Spirit Ikhlas
“Yang pertama adalah spirit ikhlas. Karena puasa Ramadhan mengajarkan untuk ikhlas. Sebab puasa adalah ibadah yang potensial ikhlas dibandingkan ibadah lain yang kelihatan aktivitasnya. Dan keutamaan puasa Ramadan berupa ampunan baru kita dapatkan ketika kita ikhlas menjalaninya,” kata Muchlisin.
Penulis delapan buku solo ini pun mengajak karyawan Rucika untuk ikhlas dalam beribadah dan bekerja. Ketika seseorang ikhlas dalam bekerja, maka jam kerjanya bernilai ibadah. Ketika seseorang ikhlas dalam bekerja, ia akan bahagia dan lebih produktif karena tidak suka mengeluh serta tidak mudah kecewa.
Baca juga: Halalbihalal GKB
Spirit Profesional
Ramadan juga mengajarkan spirit profesional. Sebab, Rasulullah menjelaskan dalam sabda beliau bahwa Allah sendiri yang akan memberikan balasan untuk puasa. Balasan pahalanya tidak terbatasi angka, tergantung seberapa baik kualitas puasanya.
“Semakin berkualitas puasa kita, semakin besar pahalanya. Ini mendorong kita untuk profesional dalam berpuasa. Dan seharusnya juga membuat kita semakin profesional dalam bekerja,” terang Penasihat Ikadi Gresik ini.
Muchlisin menjelaskan, ketika seseorang profesional dalam bekerja, pahalanya pun semakin banyak. Sebab ia semakin bermafaat bagi sesama manusia. Selain itu, ia juga akan mendapatkan konsekuensi logis berupa semakin tingginya kepercayaan perusahaan kepadanya. Umumnya juga akan berdampak positif terhadap penghasilan dan karirnya.
Spirit Kejujuran
Puasa Ramadan juga membawa spirit kejujuran. Orang yang puasa, kata Muchlisin, memiliki muraqatullah, merasa bahwa Allah selalu mengawasinya. Sehingga, ia pun jujur tidak makan tidak minum meskipun tidak ada orang yang melihatnya.
“Seperti tema kita, kejujuran ini harus kita terapkan dalam kehidupan termasuk bekerja. Ketika kita jujur dalam bekerja, integritas kita meningkat. Perusahaan aman dan customer juga senang,” pesan Muchlisin dalam Buka Bersama PT Rucika.
Baca juga: Kajian Bank Syariah Amanah Sejahtera
Spirit Produktivitas
Yang keempat, menurut Muchlisin, adalah spirit produktivitas. Ramadan memiliki nama lain syahrul jihad (bulan perjuangan). Sebab pada bulan ini banyak perang terjadi dan kaum muslimin mendapatkan kemenangan yang gemilang. Misalnya, Perang Badar, Fathu Makkah, Penaklukan Pulau Rodhes, Perang Ain Jalut, hingga kemerdekaan Republik Indonesia.
“Demikian pula para ulama kita mencontohkan, mereka lebih produktif pada bulan Ramadhan. Imam Syafi’i dan Imam Bukhari bisa khatam Al-Qur’an 60 kali. Maka, kita seharusnya juga meningkatkan produktivitas di bulan ini tidak justru menjadikan Ramadan sebagai alasan untuk malas-malasan dan ogah-ogahan,” tandas Muchlisin. []



