Categories: Berita

Muchlisin

Training Motivasi Komite SDIT Al Ibrah

Komite SDIT Al Ibrah menggelar Serah Terima Jabatan (Sertijab) Pengurus Komite dan Training Motivasi, Sabtu, 13 Juni 2026, di Aula SDIT Al Ibrah. Ketua Komite SDIT Al Ibrah Emmy Triastuti dan Kepala SDIT Al Ibrah Janan memberikan sambutan pada pembukaan acara tersebut.

Usai pembukaan, Ketua Komite SDIT Al Ibrah periode 2023-2026 membacakan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Pengurus Komite. Secara aklamasi, peserta menerima LPJ tersebut.

Acara dilanjutkan dengan serah terima jabatan dan pelantikan Pengurus Komite SDIT Al Ibrah periode 2026-2029. Dewi Aprilia Kurniawati sebagai Ketua, Esti Rahayu sebagai Sekretaris, dan Diana Wasiatingsih sebagai Bendahara. Setelah pelantikan dan sumpah jabatan, barulah memasuki Training Motivasi.

Satu Frekuensi, Satu Dedikasi

Panitia menghadirkan Muchlisin, penulis dan inspirator Trustco, untuk memberikan motivasi khususnya kepada pengurus baru. Satu Frekuensi, Satu Dedikasi, Merajut Sinergi demi Mewujudkan Visi. Demikian tema yang diamanahkan kepadanya.

Tema ini menjadi pengingat untuk menguatkan komitmen menjalankan amanah dalam bingkai ukhuwah.

“Satu frekuensi harus kita awali dengan frekuensi niat. Menata niat kita agar lillah dalam menjalankan amanah. Jika tidak lillah, kita akan cepat lelah. Jika tujuannya pujian manusia, perjuangan kita bisa berakhir kecewa,” kata Muchlisin.

Mantan Ketua FLP Jawa Timur ini menambahkan, satu frekuensi juga berarti satu arah. Sebab meskipun sebuah organisasi terdiri dari banyak orang hebat, jika mereka berlawanan arah, maka energi organisasi itu akan terkuras untuk konfrontasi, tidak bisa maju menuju visi.

Tim yang sudah satu frekuensi harus sama-sama bekerja. Semuanya berkorban, berkontribusi, dan memberikan dedikasi. Jangan sampai ada yang hanya berpangku tangan apalagi menggunting dalam lipatan.

Baca juga: Pengajian PIKK PLN UID Jatim

PERMA

Muchlisin juga menjelaskan lima langkah agar semua pengurus organisasi bahagia dalam mewujudkan visinya. Lima langkah itu terangkum dalam PERMA: Positive Emotions, Engagement, Relationship, Meaning, Accomplishment.

Langkah yang pertama, Positive Emotions. “Buat suasana komite bahagia dan membahagiakan, bukan kaku dan penuh tekanan. Terapkan 4 S (senyum, salam, sapa, syukur),” kata penulis 10 buku solo ini.

Menurut Muchlisin, Engagement adalah keterlibatan penuh. Ketika seseorang mengerjakan sesuatu yang sesuai dengan passion-nya, ia bisa hanyut (flow) hingga lupa waktu.

“Maka, tempatkan tim sesuai passion, beri ruang berkreasi, dan berinovasi,” pesan mantan PNS ini.

Langkah ketiga adalah relationship alias hubungan yang positif. “Jadikan komite bukan hanya lembaga tapi keluarga. Bangun ukhuwah islamiyah. Bersinergi mewujudkan visi bersama.”

Manusia akan bahagia ketika ia melakukan sesuatu yang bermakna. Meaning (kebermaknaan) menjadi hal yang sangat krusial dan harus melekat pada jiwa.

“Temukan makna bahwa ini bukan sekadar organisasi wadah arisan, melainkan bagian dari jihad pendidikan dan investasi akhirat untuk generasi masa depan” lanjut Penasihat Ikadi Gresik ini.

Terakhir adalah accomplishment. Yayasan, sekolah, dan komite harus memiliki target yang jelas (KPI). SDIT Al Ibrah harus terus bertumbuh semakin baik dan besar.

Pada sesi diskusi, Muchlisin mengajak untuk meneladani Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Ketika mendapat pertanyaan tentang soliditas, ia menjelaskan bahwa soliditas itu soal hati dan pemilik hati adalah Allah Subhanahu wa Ta’ala.

“Rasulullah mengajarkan ketulusan. Termasuk dalam mengelola organisasi. Komunikasi dan interaksi berangkat dari tulusnya hati. Berbuat baik bukan karena mengharap balasan manusia tetapi karena ingin dicintai Allah Ta’ala. Di antara bentuk ketulusan itu adalah mendoakan saudara-saudara setim. Bahkan kalau perlu, menyebut namanya di penghujung malam satu per satu.” []